Minggu, 14 Februari 2016

Kabur, Mahasiswa Penerima Beasiswa LPDP Didenda 200%

Apabila ada mahasiswa asal Indonesia memilih berhenti tanpa alasan jelas ketika sedang menjalani beasiswa ke luar negeri melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan dikenakan sanksi.

Tak tanggung-tanggung, mereka wajib membayar 200% dari total dana yang diperoleh ke negara. Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan nominal sanksi kepada pelajar yang "kabur" ketika studinya belum selesai.


Menurut dia, semua tergantung negara tujuan si peserta sehingga berbeda-beda."Sanksi kabur sampai 200% dari semua biaya yang dikeluarkan, biaya kuliah, SPP mahal. Masing-masing negara beda, ada biaya hidup," ujar Eko di Jakarta, Minggu (31/1/2016).


Eko menjelaskan, angka dua kali lipat ini ditentukan berdasarkan hitungan LPDP. Namun, ada pengecualian jika alasannya mendesak seperti orangtua meninggal.

"Belum ada yang lari, pertimbangannya hitung biar syok. Kalau keluar karena ada musibah kita tidak kenakan sanksi tapi kita cek apakah buktinya benar," katanya.

Sementara, lanjut Eko, pelajar juga menanggung sisa biaya ketika ada yang belum lulus pendidikan setelah melewati tenggat waktu.

Menurut dia, pemerintah hanya memberikan jaminan dua tahun untuk lulusan master dan empat tahun untuk PhD.

"Ada kasus yang profesornya meninggal sehingga harus ganti. Namun, jumlah yang lulus lewat dari waktunya sedikit, bisa dihitung dengan jari," katanya. 

Beasiswa Pasca Sarjana Ke Korea

Pemerintah Korea Selatan melalui program Korean Goverment Scholarship Program, menawarkan beasiswa pasca sarjana untuk tahun 2016 bagi warga Indonesia yang berminat.

Pemerintah Korea Selatan akan memilih 20 orang dari Indonesia. Mereka akan dipilih melalui seleksi yang akan dilakukan Kedutaan Besar Korea Selatan, dan seleksi oleh perguruan tinggi masing-masing.

Keterangan yang diperoleh Sindonews dari Kedutaan Besar Korea Selatan, beasiswa ini meliputi biaya kuliah selama dua tahun untuk program S2, dan biaya kuliah selama tiga tahun untuk program S3. Tunjangan beasiswa juga meliputi kursus bahasa Korea selama satu tahun.


"Beasiswa juga meliputi tiket pesawat pulang-pergi dari negara asal kandidat, tunjangan bulanan sebesar 900.000 KRW (USD750), tunjangan tempat tinggal," tulis Kedubes Korea Selatan dalam keterangannya.

Kemudian, tunjangan tempat tinggal, tunjangan untuk kembali ke negeri asal setelah menyelesaikan studi, asuransi kesehatan, tunjangan riset dan biaya cetak disertasi untuk program pasca sarjana.

Bagi yang berminat dengan program beasiswa ini, pemerintah Korea Selatan mensyaratkan, kandidat harus berasal dari negara mitra. Pemerintah Korea Selatan telah menjalin kemitraan dengan 157 negara di Afrika, Asia Pasifik, dan Eropa.

Syarat lain, kandidat harus berusia di bawah 40 tahun pada 1 September 2016 dengan ijazah sarjana atau magister. IPK yang disyaratkan, 2.64 (skala 4.0), 2.8 (skala 4.3), 2.91 (skala 4.5).

Informasi lebih lengkap bisa diperoleh melalui laman resmi www.studyinkorea.go.kr dan lama resmi Kedutaan Korea Selatan idn.mofa.go.kr, atau melalui telepon 021-2967 2555.

"Aplikasi beasiswa program pasca sarjana akan ditunggu hingga 4 Maret 2016 di Kedutaan Korea Selatan Jakarta," seperti tertulis.

Universitas Pertamina


Universitas Pertamina
Universitas Pertamina merupakan perwujudan komitmen PT. Pertamina (Persero) sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia dalam rangka memberikan konstribusi nyata pada masyarakat, bangsa, negara, dan peradaban melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi. Universitas Pertamina yang dalam pengelolaannya berada dibawah Yayasan Pertamina (Pertamina Foundation) diharapkan dapat menjadi special purpose vehicle dalam proses membentuk sumber daya insani yang mumpuni untuk membangun Bangsa dan Negara.

Kebutuhan energi yang semakin besar dan meningkatnya kebutuhan untuk mengembangkan sumber energi terbarukan sejalan dengan kemajuan industri, globalisasi dan pertumbuhan ekonomi dunia juga menuntut peningkatan kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas berupa tenaga kerja yang tangguh dan mampu bersaing di bidang pengelolaan energi.

Kapasitas dan pengalaman PT. Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap bidang studi yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina, dimana mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan fondasi akademik yang kuat di setiap bidang studi tapi juga akan mendapatkan knowledge transfer yang sangat berharga dari tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman pada kegiatan pengelolaan energi di Pertamina. Kesempatan untuk mendapatkan exposure pada lingkungan industri energi di wilayah operasional Pertamina juga menjadi keunggulan tersendiri yang bisa didapatkan oleh mahasiswa Universitas Pertamina.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi Universitas Pertamina dilaksanakan melalui beberapa bidang studi yaitu:

    Teknik Geofisika
    Teknik Geologi
    Teknik Perminyakan
    Teknik Mesin
    Teknik Elektro
    Teknik Kimia
    Teknik Logistik
    Teknik Sipil
    Teknik Lingkungan
    Ilmu Komputer
    Ilmu Kimia
    Ilmu Komunikasi
    Hubungan Internasional
    Ekonomi
    Manajemen